KETAPANG DESA LAWATA

Penebaran Rompong.

Rakor TPP

Rapat Koordinasi TPP Wilayah III ( Kecamatan Pakue, Kecamatan Pakue Tengah, Kecamatan Pakue Utara, Kecamatan Porehu, Kecamatan Batu Putih).

PELATIHAN BUDIDAYA JAMUR TIRAM

Pelatihan yang didampingi oleh Dinas Kehutanan Kolaka utara.

Pesona Pantai Teposua

Pesona cantik Pantai Desa Teposua di Sore hari.

Pantai Lawata

Pesona Pantai Desa Lawata Pagi Hari.

Pages

Selamat Datang di Pusat Informasi Pembangunan Desa Kecamatan Pakue Utara

Jumat, 28 Agustus 2026

Festival Duta Desa Gen -Z 2026

Jakarta, mercuasuar.com - Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) menggagas program bertajuk Festival Duta Desa Gen Z sebagai bagian dari upaya melibatkan generasi muda dalam pembangunan desa di berbagai daerah. Program ini digagas dengan menggandeng publik figur Mandala Shoji, sejalan dengan semangat besar "Bangun Desa Bangun Indonesia" yang terus digaungkan Kemendes PDT.

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto menyampaikan hal tersebut saat bersilaturahmi dan buka bersama dengan jurnalis di kediamannya, Senin (16/3/2026). Turut hadir dalam kesempatan itu Kepala Badan Pengembangan Inovasi (BPI) Mulyadin Malik, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Agustomi Masik, Direktur Jenderal Pembangunan Desa dan Perdesaan (PDP) Nugroho Setijo Nagoro, serta sejumlah staf khusus kementerian.

Yandri menjelaskan, Festival Duta Desa Gen Z ditujukan agar Generasi Z dapat terlibat langsung dalam mengembangkan potensi ekonomi dan pembangunan desa di berbagai daerah. Menurutnya, keterlibatan anak muda menjadi kunci penting untuk memaksimalkan potensi desa, mulai dari sektor desa wisata, desa ekspor, hingga sektor unggulan lainnya.

"Gen Z ini akan terlibat langsung untuk memaksimalkan potensi desa, seperti desa wisata, desa ekspor, dan lain sebagainya," kata Yandri.

Ia menegaskan bahwa program ini bukan sekadar gimik semata, melainkan benar-benar diarahkan untuk menggali potensi desa sekaligus mendorong kreativitas Generasi Z dalam merancang gagasan pembangunan. Kemendes PDT bahkan berkomitmen memberikan pendampingan tidak hanya kepada para pemenang, tetapi juga kepada peserta yang belum terpilih, agar setiap gagasan tetap memiliki peluang untuk direalisasikan dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat desa.

"Sehingga setiap ide baik tetap memiliki kesempatan untuk diwujudkan dan memberikan dampak nyata bagi pembangunan desa," ungkap Yandri.

Sementara itu, Mandala Shoji yang turut menggagas program ini menjelaskan bahwa Festival Duta Desa Gen Z merupakan ajang pemilihan anak muda Generasi Z yang memiliki kreativitas untuk memajukan desanya masing-masing. Ia mengungkapkan, festival ini rencananya akan digelar setelah Lebaran 2026, dengan turut menggandeng kalangan selebritas, influencer, serta tokoh masyarakat desa yang sudah lebih dulu berkontribusi nyata bagi kemajuan desanya.

"Pada 2026 ini Festival Duta Desa Gen Z akan kita selenggarakan setelah Lebaran. Kita juga akan menggandeng selebritas dan influencer, serta masyarakat desa yang sudah berkontribusi untuk desanya, kita ajak bersinergi untuk menjadi contoh," kata Mandala.

Program ini turut sejalan dengan rangkaian Festival Bangun Desa Bangun Indonesia yang secara rutin digelar Kemendes PDT dalam rangka memperingati Hari Desa Nasional, mencakup beragam kategori lomba seperti Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Inspiratif, Desa Digital, Desa Ekspor, hingga Festival Film dan YouTuber Desa. Melalui sinergi berbagai program tersebut, Kemendes PDT berharap dapat mendorong lahirnya lebih banyak inovasi anak muda demi mewujudkan desa yang mandiri, maju, dan berkelanjutan di seluruh Indonesia. (mercuasuar)

Jumat, 07 Agustus 2026

Musdesus Pemutakhiran Data Indeks Desa 2026: Mataleuno Menjadi Desa Perdana di Kecamatan Pakue Utara yang Tuntaskan Validasi Data

Mataleuno, 8 Agustus 2026 – Sebuah langkah maju ditorehkan oleh Pemerintah Desa Mataleuno. Pada hari ini, Jumat (08/08/2026), Desa Mataleuno sukses menggelar Musyawarah Desa Khusus (Musdesus) dalam rangka pemutakhiran data Indeks Desa (ID) Tahun 2026. Capaian ini sangat istimewa karena menjadikan Desa Mataleuno sebagai desa pertama di wilayah Kecamatan Pakue Utara yang berhasil melaksanakan tahapan musyawarah pemutakhiran data tersebut.

Agenda strategis yang berlangsung di aula kantor desa ini menjadi krusial untuk memastikan seluruh data kondisi sosial, ekonomi, dan ekologi desa terekam secara presisi, akurat, dan objektif sebelum dilaporkan ke tingkat selanjutnya.

Sinergi Pemangku Kepentingan Desa Mataleuno

Kegiatan musyawarah ini dihadiri oleh berbagai unsur elemen masyarakat dan pendamping teknis yang bersinergi demi mengawal validitas data:

  • Pemerintah Desa Mataleuno – Kepala Desa beserta seluruh jajaran perangkat desa yang memfasilitasi jalannya musyawarah.

  • Badan Permusyawaratan Desa (BPD) – Hadir untuk mencermati, mengawasi, dan menyepakati alur pemutakhiran data.

  • Pendamping Desa (PD/PLD) – Memberikan pendampingan teknis serta memaparkan indikator-indikator Indeks Desa 2026 agar sesuai dengan petunjuk teknis.

  • Tokoh Masyarakat – Perwakilan elemen warga yang memberikan masukan riil dan konfirmasi terkait kondisi faktual di lapangan.

Menjamin Kualitas dan Validitas Data Pembangunan

Dalam forum Musdesus ini, seluruh peserta menyepakati dan memvalidasi hasil kerja Tim Pemutakhiran Data Indeks Desa 2026 tingkat desa. Diskusi berjalan secara transparan dan partisipatif untuk menyelaraskan capaian indikator desa dengan fakta di lapangan.

Kecepatan dan ketepatan Desa Mataleuno dalam merampungkan pemutakhiran data Indeks Desa 2026 ini patut diapresiasi. Data yang tervalidasi ini nantinya akan menjadi acuan utama bagi Pemerintah Desa maupun Pemerintah Daerah dalam menentukan status desa, menyusun skala prioritas program, serta mengarahkan intervensi pembangunan agar makin tepat sasaran demi peningkatan kesejahteraan warga Desa Mataleuno.

Kamis, 06 Agustus 2026

Musyawarah Desa Perencanaan RKPDes 2027 & Penyaluran BLT-DD Tahap 3: Langkah Nyata Desa Saludongka Menuju Pembangunan Berkelanjutan

Saludongka, 4 Agustus 2026 – Pemerintah Desa Saludongka kembali menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan dan partisipatif. Bertempat di aula kantor desa pada Selasa (04/08/2026), telah dilaksanakan agenda penting yaitu Musyawarah Desa  Perencanaan Pembangunan Desa Tahun 2026 untuk pembahasan Rancangan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) Tahun 2027 dan Daftar Usulan RKP (DU-RKP) Tahun 2028, yang dirangkaikan langsung dengan penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) Tahap 3.

Musyawarah Desa Perencanaan: Menyerap Aspirasi demi Masa Depan Desa

Kegiatan Musyawarah Desa dibuka secara resmi dan dihadiri oleh berbagai unsur elemen masyarakat serta jajaran pemerintah kecamatan. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menegaskan pentingnya arah kebijakan pembangunan desa yang selaras antara kebutuhan warga dan program pemerintah daerah.

Daftar Hadir Pemangku Kepentingan:

  • Pemerintah Kecamatan Pakue Utara: Diwakili oleh Kasi PMD dan Kasi Pelayanan Kecamatan Pakue Utara.

  • Pendamping Desa (PD/PLD): Mendampingi alur teknis penyusunan rancangan dokumen.

  • Pemerintah Desa & BPD: Kepala Desa Saludongka beserta jajaran perangkat desa dan Badan Permusyawaratan Desa.

  • Unsur Lembaga & Tokoh Masyarakat: Kader Kesehatan, KPMD (Kader Pemberdayaan Masyarakat Desa), serta Tokoh Masyarakat Desa Saludongka.

Melalui diskusi yang hangat dan konstruktif, musyawarah berhasil menyepakati poin-poin krusial terkait skala prioritas pembangunan dalam Rancangan RKPDes 2027 serta pengusulan program strategis untuk DU-RKP 2028.

Penyaluran BLT-DD Tahap 3 (Juli, Agustus, September 2026)

Setelag agenda Musyawarah Desa usai, kegiatan langsung dilanjutkan dengan penyaluran BLT Dana Desa Tahap 3 untuk alokasi tiga bulan sekaligus (Juli, Agustus, dan September 2026).

Bantuan ini diserahkan secara simbolis oleh Kepala Desa bersama perwakilan Kecamatan Pakue Utara kepada 3 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang telah terverifikasi layak menerima manfaat pada tahun anggaran 2026. Penyaluran ini diharapkan dapat membantu menjaga daya beli masyarakat serta meringankan beban ekonomi KPM penerima.

Dengan tuntasnya dua agenda besar ini, Desa Saludongka terus melangkah mantap dalam mengawal perencanaan pembangunan yang akuntabel sekaligus memastikan kesejahteraan masyarakat tetap menjadi prioritas utama.

Mengakselerasi Pembangunan Desa: Catatan Kegiatan OJT Indeks Desa 2026 Kecamatan Pakue Utara

Saludongka, 3 Agustus 2026 – Dalam upaya memperkuat kualitas data pembangunan desa serta memastikan akurasi perencanaan di tingkat daerah, Kecamatan Pakue Utara menggelar kegiatan On the Job Training (OJT) Indeks Desa (ID) Tahun 2026. Kegiatan yang dipusatkan di Desa Saludongka ini berlangsung khidmat dan penuh semangat kolaborasi antar-stakeholder desa.

Pembukaan Resmi oleh Kepala Desa Saludongka

Sebagai tuan rumah pelaksanaan OJT tahun ini, Desa Saludongka menyambut hangat seluruh peserta. Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Desa Saludongka, yang dalam sambutannya menekankan pentingnya pemutakhiran data yang presisi demi kemajuan desa-desa di wilayah Kecamatan Pakue Utara.

"Data Indeks Desa bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan acuan utama dalam menentukan arah kebijakan dan intervensi pembangunan desa agar tepat sasaran."

Hadir untuk Kolaborasi

Kegiatan OJT ini dihadiri oleh berbagai pihak yang memiliki peran vital dalam pendataan dan pendampingan desa:

  • Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat Desa (TA PMD) Kabupaten Kolaka Utara – Memberikan pengarahan teknis, bimbingan metodologi, serta arahan kebijakan terkait pemutakhiran data ID 2026.

  • Tim Pemutakhiran Data ID 2026 Se-Kecamatan Pakue Utara – Para enumerator dan tim teknis dari setiap desa yang menjadi ujung tombak pengumpulan data di lapangan.

  • Pendamping Desa (PD) dan Pendamping Lokal Desa (PLD) Kecamatan Pakue Utara – Mendampingi proses pelatiham dan memastikan seluruh instrumen pendataan dipahami dengan baik oleh tim desa.

Fokus dan Hasil Kegiatan

Selama pelatihan, peserta dibekali dengan pemahaman teknis mengenai indikator-indikator baru dalam Indeks Desa 2026, cara penginputan data, hingga verifikasi lapangan. Diskusi interaktif dan simulasi langsung membuat para peserta lebih siap dalam menghadapi proses pemutakhiran data yang objektif dan akuntabel.

Dengan terlaksananya OJT ini, diharapkan seluruh desa di Kecamatan Pakue Utara dapat menyelesaikan pendataan Indeks Desa 2026 secara tepat waktu, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan demi mewujudkan desa yang mandiri dan sejahtera di Kolaka Utara.