KETAPANG DESA LAWATA

Penebaran Rompong.

Rakor TPP

Rapat Koordinasi TPP Wilayah III ( Kecamatan Pakue, Kecamatan Pakue Tengah, Kecamatan Pakue Utara, Kecamatan Porehu, Kecamatan Batu Putih).

PELATIHAN BUDIDAYA JAMUR TIRAM

Pelatihan yang didampingi oleh Dinas Kehutanan Kolaka utara.

Pesona Pantai Teposua

Pesona cantik Pantai Desa Teposua di Sore hari.

Pantai Lawata

Pesona Pantai Desa Lawata Pagi Hari.

Pages

Selamat Datang di Pusat Informasi Pembangunan Desa Kecamatan Pakue Utara

Jumat, 28 Agustus 2026

Festival Duta Desa Gen -Z 2026

Jakarta, mercuasuar.com - Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) menggagas program bertajuk Festival Duta Desa Gen Z sebagai bagian dari upaya melibatkan generasi muda dalam pembangunan desa di berbagai daerah. Program ini digagas dengan menggandeng publik figur Mandala Shoji, sejalan dengan semangat besar "Bangun Desa Bangun Indonesia" yang terus digaungkan Kemendes PDT.

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto menyampaikan hal tersebut saat bersilaturahmi dan buka bersama dengan jurnalis di kediamannya, Senin (16/3/2026). Turut hadir dalam kesempatan itu Kepala Badan Pengembangan Inovasi (BPI) Mulyadin Malik, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Agustomi Masik, Direktur Jenderal Pembangunan Desa dan Perdesaan (PDP) Nugroho Setijo Nagoro, serta sejumlah staf khusus kementerian.

Yandri menjelaskan, Festival Duta Desa Gen Z ditujukan agar Generasi Z dapat terlibat langsung dalam mengembangkan potensi ekonomi dan pembangunan desa di berbagai daerah. Menurutnya, keterlibatan anak muda menjadi kunci penting untuk memaksimalkan potensi desa, mulai dari sektor desa wisata, desa ekspor, hingga sektor unggulan lainnya.

"Gen Z ini akan terlibat langsung untuk memaksimalkan potensi desa, seperti desa wisata, desa ekspor, dan lain sebagainya," kata Yandri.

Ia menegaskan bahwa program ini bukan sekadar gimik semata, melainkan benar-benar diarahkan untuk menggali potensi desa sekaligus mendorong kreativitas Generasi Z dalam merancang gagasan pembangunan. Kemendes PDT bahkan berkomitmen memberikan pendampingan tidak hanya kepada para pemenang, tetapi juga kepada peserta yang belum terpilih, agar setiap gagasan tetap memiliki peluang untuk direalisasikan dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat desa.

"Sehingga setiap ide baik tetap memiliki kesempatan untuk diwujudkan dan memberikan dampak nyata bagi pembangunan desa," ungkap Yandri.

Sementara itu, Mandala Shoji yang turut menggagas program ini menjelaskan bahwa Festival Duta Desa Gen Z merupakan ajang pemilihan anak muda Generasi Z yang memiliki kreativitas untuk memajukan desanya masing-masing. Ia mengungkapkan, festival ini rencananya akan digelar setelah Lebaran 2026, dengan turut menggandeng kalangan selebritas, influencer, serta tokoh masyarakat desa yang sudah lebih dulu berkontribusi nyata bagi kemajuan desanya.

"Pada 2026 ini Festival Duta Desa Gen Z akan kita selenggarakan setelah Lebaran. Kita juga akan menggandeng selebritas dan influencer, serta masyarakat desa yang sudah berkontribusi untuk desanya, kita ajak bersinergi untuk menjadi contoh," kata Mandala.

Program ini turut sejalan dengan rangkaian Festival Bangun Desa Bangun Indonesia yang secara rutin digelar Kemendes PDT dalam rangka memperingati Hari Desa Nasional, mencakup beragam kategori lomba seperti Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Inspiratif, Desa Digital, Desa Ekspor, hingga Festival Film dan YouTuber Desa. Melalui sinergi berbagai program tersebut, Kemendes PDT berharap dapat mendorong lahirnya lebih banyak inovasi anak muda demi mewujudkan desa yang mandiri, maju, dan berkelanjutan di seluruh Indonesia. (mercuasuar)

Jumat, 07 Agustus 2026

Musdesus Pemutakhiran Data Indeks Desa 2026: Mataleuno Menjadi Desa Perdana di Kecamatan Pakue Utara yang Tuntaskan Validasi Data

Mataleuno, 8 Agustus 2026 – Sebuah langkah maju ditorehkan oleh Pemerintah Desa Mataleuno. Pada hari ini, Jumat (08/08/2026), Desa Mataleuno sukses menggelar Musyawarah Desa Khusus (Musdesus) dalam rangka pemutakhiran data Indeks Desa (ID) Tahun 2026. Capaian ini sangat istimewa karena menjadikan Desa Mataleuno sebagai desa pertama di wilayah Kecamatan Pakue Utara yang berhasil melaksanakan tahapan musyawarah pemutakhiran data tersebut.

Agenda strategis yang berlangsung di aula kantor desa ini menjadi krusial untuk memastikan seluruh data kondisi sosial, ekonomi, dan ekologi desa terekam secara presisi, akurat, dan objektif sebelum dilaporkan ke tingkat selanjutnya.

Sinergi Pemangku Kepentingan Desa Mataleuno

Kegiatan musyawarah ini dihadiri oleh berbagai unsur elemen masyarakat dan pendamping teknis yang bersinergi demi mengawal validitas data:

  • Pemerintah Desa Mataleuno – Kepala Desa beserta seluruh jajaran perangkat desa yang memfasilitasi jalannya musyawarah.

  • Badan Permusyawaratan Desa (BPD) – Hadir untuk mencermati, mengawasi, dan menyepakati alur pemutakhiran data.

  • Pendamping Desa (PD/PLD) – Memberikan pendampingan teknis serta memaparkan indikator-indikator Indeks Desa 2026 agar sesuai dengan petunjuk teknis.

  • Tokoh Masyarakat – Perwakilan elemen warga yang memberikan masukan riil dan konfirmasi terkait kondisi faktual di lapangan.

Menjamin Kualitas dan Validitas Data Pembangunan

Dalam forum Musdesus ini, seluruh peserta menyepakati dan memvalidasi hasil kerja Tim Pemutakhiran Data Indeks Desa 2026 tingkat desa. Diskusi berjalan secara transparan dan partisipatif untuk menyelaraskan capaian indikator desa dengan fakta di lapangan.

Kecepatan dan ketepatan Desa Mataleuno dalam merampungkan pemutakhiran data Indeks Desa 2026 ini patut diapresiasi. Data yang tervalidasi ini nantinya akan menjadi acuan utama bagi Pemerintah Desa maupun Pemerintah Daerah dalam menentukan status desa, menyusun skala prioritas program, serta mengarahkan intervensi pembangunan agar makin tepat sasaran demi peningkatan kesejahteraan warga Desa Mataleuno.

Kamis, 06 Agustus 2026

Musyawarah Desa Perencanaan RKPDes 2027 & Penyaluran BLT-DD Tahap 3: Langkah Nyata Desa Saludongka Menuju Pembangunan Berkelanjutan

Saludongka, 4 Agustus 2026 – Pemerintah Desa Saludongka kembali menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan dan partisipatif. Bertempat di aula kantor desa pada Selasa (04/08/2026), telah dilaksanakan agenda penting yaitu Musyawarah Desa  Perencanaan Pembangunan Desa Tahun 2026 untuk pembahasan Rancangan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) Tahun 2027 dan Daftar Usulan RKP (DU-RKP) Tahun 2028, yang dirangkaikan langsung dengan penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) Tahap 3.

Musyawarah Desa Perencanaan: Menyerap Aspirasi demi Masa Depan Desa

Kegiatan Musyawarah Desa dibuka secara resmi dan dihadiri oleh berbagai unsur elemen masyarakat serta jajaran pemerintah kecamatan. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menegaskan pentingnya arah kebijakan pembangunan desa yang selaras antara kebutuhan warga dan program pemerintah daerah.

Daftar Hadir Pemangku Kepentingan:

  • Pemerintah Kecamatan Pakue Utara: Diwakili oleh Kasi PMD dan Kasi Pelayanan Kecamatan Pakue Utara.

  • Pendamping Desa (PD/PLD): Mendampingi alur teknis penyusunan rancangan dokumen.

  • Pemerintah Desa & BPD: Kepala Desa Saludongka beserta jajaran perangkat desa dan Badan Permusyawaratan Desa.

  • Unsur Lembaga & Tokoh Masyarakat: Kader Kesehatan, KPMD (Kader Pemberdayaan Masyarakat Desa), serta Tokoh Masyarakat Desa Saludongka.

Melalui diskusi yang hangat dan konstruktif, musyawarah berhasil menyepakati poin-poin krusial terkait skala prioritas pembangunan dalam Rancangan RKPDes 2027 serta pengusulan program strategis untuk DU-RKP 2028.

Penyaluran BLT-DD Tahap 3 (Juli, Agustus, September 2026)

Setelag agenda Musyawarah Desa usai, kegiatan langsung dilanjutkan dengan penyaluran BLT Dana Desa Tahap 3 untuk alokasi tiga bulan sekaligus (Juli, Agustus, dan September 2026).

Bantuan ini diserahkan secara simbolis oleh Kepala Desa bersama perwakilan Kecamatan Pakue Utara kepada 3 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang telah terverifikasi layak menerima manfaat pada tahun anggaran 2026. Penyaluran ini diharapkan dapat membantu menjaga daya beli masyarakat serta meringankan beban ekonomi KPM penerima.

Dengan tuntasnya dua agenda besar ini, Desa Saludongka terus melangkah mantap dalam mengawal perencanaan pembangunan yang akuntabel sekaligus memastikan kesejahteraan masyarakat tetap menjadi prioritas utama.

Mengakselerasi Pembangunan Desa: Catatan Kegiatan OJT Indeks Desa 2026 Kecamatan Pakue Utara

Saludongka, 3 Agustus 2026 – Dalam upaya memperkuat kualitas data pembangunan desa serta memastikan akurasi perencanaan di tingkat daerah, Kecamatan Pakue Utara menggelar kegiatan On the Job Training (OJT) Indeks Desa (ID) Tahun 2026. Kegiatan yang dipusatkan di Desa Saludongka ini berlangsung khidmat dan penuh semangat kolaborasi antar-stakeholder desa.

Pembukaan Resmi oleh Kepala Desa Saludongka

Sebagai tuan rumah pelaksanaan OJT tahun ini, Desa Saludongka menyambut hangat seluruh peserta. Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Desa Saludongka, yang dalam sambutannya menekankan pentingnya pemutakhiran data yang presisi demi kemajuan desa-desa di wilayah Kecamatan Pakue Utara.

"Data Indeks Desa bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan acuan utama dalam menentukan arah kebijakan dan intervensi pembangunan desa agar tepat sasaran."

Hadir untuk Kolaborasi

Kegiatan OJT ini dihadiri oleh berbagai pihak yang memiliki peran vital dalam pendataan dan pendampingan desa:

  • Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat Desa (TA PMD) Kabupaten Kolaka Utara – Memberikan pengarahan teknis, bimbingan metodologi, serta arahan kebijakan terkait pemutakhiran data ID 2026.

  • Tim Pemutakhiran Data ID 2026 Se-Kecamatan Pakue Utara – Para enumerator dan tim teknis dari setiap desa yang menjadi ujung tombak pengumpulan data di lapangan.

  • Pendamping Desa (PD) dan Pendamping Lokal Desa (PLD) Kecamatan Pakue Utara – Mendampingi proses pelatiham dan memastikan seluruh instrumen pendataan dipahami dengan baik oleh tim desa.

Fokus dan Hasil Kegiatan

Selama pelatihan, peserta dibekali dengan pemahaman teknis mengenai indikator-indikator baru dalam Indeks Desa 2026, cara penginputan data, hingga verifikasi lapangan. Diskusi interaktif dan simulasi langsung membuat para peserta lebih siap dalam menghadapi proses pemutakhiran data yang objektif dan akuntabel.

Dengan terlaksananya OJT ini, diharapkan seluruh desa di Kecamatan Pakue Utara dapat menyelesaikan pendataan Indeks Desa 2026 secara tepat waktu, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan demi mewujudkan desa yang mandiri dan sejahtera di Kolaka Utara.

Senin, 13 Juli 2026

Rapat koordinasi KPM Mengukur Kinerja Konvergensi Stunting Triwulan II 2026: Lengkong Batu Tertinggi, TPP Pakue Utara Siapkan Pengendalian Intensif

PAKUE UTARA – Penguatan kapasitas dan evaluasi berkala terhadap kader di tingkat tapak terus menjadi fokus utama di Kecamatan Pakue Utara, Kabupaten Kolaka Utara. Pada pekan kedua Juli 2026 ini, Tenaga Pendamping Profesional (TPP) sukses menyelenggarakan Rapat Koordinasi (Rakor) Kader Pembangunan Manusia (KPM) se-Kecamatan Pakue Utara.

Pertemuan strategis ini dihadiri langsung oleh Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Kabupaten Kolaka Utara, Sultan Darampa bersama Pendamping Desa (PD) dan Pendamping Lokal Desa (PLD) Kecamatan Pakue Utara. Agenda utama rakor kali ini adalah membedah hasil pengujian evaluasi Triwulan II Tahun 2026 terkait capaian konvergensi stunting desa berdasarkan versi konvergensi kabupaten melalui aplikasi electronic Human Development Worker (eHDW).

Memetakan Capaian eHDW Desa Se-Kecamatan Pakue Utara

Dalam rakor tersebut, masing-masing KPM mempresentasikan secara langsung persentase capaian pemantauan dan input data eHDW desa mereka untuk periode Triwulan II hingga pekan kedua Juli 2026. Berdasarkan laporan resmi konvergensi kabupaten, berikut adalah rincian capaian masing-masing desa:

  1. Lengkong Batu: 96,69%

  2. Kalo: 72,92%

  3. Mataleuno: 67,38%

  4. Lawata: 66,72%

  5. Puundoho: 62,65%

  6. Pakue: 48,85%

  7. Saludongka: 41,09%

  8. Teposua: 32,49%

  9. Amoe: 26,18% (Terendah)

Catatan Evaluasi: Lengkong Batu Memimpin, Tantangan Kader Baru di Desa Amoe

Dari data di atas, Desa Lengkong Batu mencatatkan performa luar biasa dengan capaian tertinggi mencapai 96,69%. Angka ini menunjukkan komitmen yang sangat tinggi dari KPM Lengkong Batu dalam melakukan pemantauan layanan kesehatan serta tertib administrasi digital secara hampir sempurna.

Sebaliknya, Desa Amoe berada di posisi terendah dengan capaian sebesar 26,18% (pada presentasi riil tercatat 26,18%, dengan rentang fluktuasi data sekitar 26,92%). Rendahnya angka ini bukan tanpa alasan objektif.

Dalam rakor terungkap bahwa seluruh KPM di Desa Amoe (2 orang) berstatus baru. Sebagai langkah cepat, TPP Kecamatan Pakue Utara sebelumnya telah turun tangan memberikan Bimbingan Teknis (Bimtek) mandiri secara langsung kepada para kader baru ini agar mereka dapat mengenal dan mengoperasikan aplikasi eHDW. Hasil bimtek mandiri tersebut sudah mulai terlihat perkembangannya melalui partisipasi aktif mereka memaparkan data pada rakor kali ini, dan akan terus dipantau perkembangannya.

Rencana Tindak Lanjut (RTL): Pengendalian Intensif Jelang Agustus 2026

Rakor ini tidak hanya berhenti pada angka evaluasi, melainkan menghasilkan komitmen tindakan nyata ke depan. Menyikapi capaian yang ada, TAPM Kabupaten Kolaka Utara bersama TPP Kecamatan menyusun langkah taktis:

  • Pengendalian Khusus untuk Desa di Bawah 70%: Bagi desa-desa yang capaian eHDW-nya masih berkisar di bawah angka 70% (yakni Mataleuno, Lawata, Puundoho, Pakue, Saludongka, Teposua, dan Amoe), TPP Kecamatan Pakue Utara akan melakukan pendampingan dan pengendalian intensif secara berkala.

  • Pemantauan Akhir Juli 2026: Para KPM diinstruksikan memaksimalkan sisa waktu untuk melakukan pemantauan, validasi, dan penginputan data secara masif hingga akhir Juli 2026.

  • Target Pemaparan Berikutnya: Hasil perbaikan data akhir Juli tersebut nantinya akan dipaparkan kembali secara komparatif pada agenda Rakor KPM Bulan Agustus 2026 mendatang untuk melihat sejauh mana progres peningkatan kinerja yang dicapai masing-masing desa.


Dengan adanya sinergi yang kuat antara TAPM Kabupaten, Pendamping Desa, Pendamping Lokal Desa, dan kegigihan para KPM di lapangan, Kecamatan Pakue Utara optimistis target konvergensi stunting dapat tercapai secara maksimal demi melahirkan generasi desa yang sehat dan cerdas.

Penulis: Tim Media TPP Kecamatan Pakue Utara

Kamis, 25 Juni 2026

Progres Penyaluran BLT Triwulan II di Pakue Utara Capai 4 Desa, Desa Amoe Tuntaskan Hak 10 KPM

Pemerintah Desa Amoe, Kecamatan Pakue Utara, sukses menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) Triwulan II untuk alokasi bulan April, Mei, dan Juni 2026 pada Rabu (24/06/2026).

Dengan tuntasnya penyaluran di Desa Amoe, tercatat sudah 4 desa di wilayah Kecamatan Pakue Utara yang berhasil merampungkan penyaluran BLT Triwulan II. Keempat desa tersebut adalah:

  • Desa Mataleuno

  • Desa Teposua

  • Desa Saludongka

  • Desa Amoe

Kegiatan ini dikawal dan dihadiri langsung oleh Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat Desa (TA PMD) Kabupaten Kolaka Utara, Sultan Darampa. Turut hadir pula Kasi PMD Kecamatan Pakue Utara selaku perwakilan pemerintah kecamatan, Bhabinkamtibmas, Babinsa, Pendamping Desa (PD), Pendamping Lokal Desa (PLD), Badan Permusyawaratan Desa (BPD), serta Kepala Desa beserta seluruh jajaran perangkat Desa Amoe.

Pelayanan Humanis: Antar Langsung ke Rumah KPM yang Sakit

Pada penyaluran kali ini, total sasaran di Desa Amoe berjumlah 10 Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Namun, jalannya penyaluran dilakukan dengan dua metode demi memastikan bantuan tepat sasaran dan ramah lansia/warga sakit:

  • Penyaluran di Aula Desa: Sebanyak 8 orang KPM hadir langsung menerima haknya di tempat kegiatan dengan tertib.

  • Penyaluran Door-to-Door: Sebanyak 2 orang KPM yang berhalangan hadir karena kondisi sakit tidak ditinggalkan begitu saja. Selepas acara formal, kepala desa bersama rombongan pendamping dan unsur pengamanan langsung bergerak mengantarkan dana BLT tersebut langsung ke rumah masing-masing warga yang bersangkutan.


Monitoring Ketahanan Pangan: Kunjungan ke Budidaya Ayam Petelur BUMDes Karya Bersama

Setelah seluruh proses administrasi dan penyerahan BLT Dana Desa selesai, rombongan TA PMD Kabupaten bersama jajaran pendamping dan pemerintah kecamatan melanjutkan agenda ke lapangan.

Mereka melakukan kunjungan monitoring dan evaluasi (monev) ke unit usaha BUMDes Karya Bersama Desa Amoe. Kunjungan ini berfokus pada program ketahanan pangan (Ketapang) tahun anggaran 2025 yang dikelola oleh BUMDes, yaitu unit usaha budidaya ayam petelur.

Catatan Monev: Kunjungan ini bertujuan memastikan keberlanjutan dan produktivitas usaha ayam petelur milik desa, sehingga program ketahanan pangan yang dianggarkan dari Dana Desa benar-benar memberikan dampak ekonomi jangka panjang dan memperkuat pasokan pangan protein bagi masyarakat lokal

 

Awali Rangkaian di Kecamatan Pakue Utara, Desa Saludongka Sukses Gelar Rembug Stunting dan Aksi GERMAS


Selasa 23 Juni 2026– Desa Saludongka menjadi desa pertama di wilayah Kecamatan Pakue Utara yang melaksanakan musyawarah Rembug Stunting untuk perencanaan kerja tahun depan. Langkah cepat ini diambil sebagai bentuk komitmen nyata pemerintah desa dan lintas sektor dalam menekan serta mencegah angka stunting di tingkat akar rumput.

Kegiatan penting yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh tim Pemerintah Kecamatan Pakue Utara yang diwakili oleh Kasi PMD dan Kasi Pemerintahan Desa. Turut hadir Kepala Desa Saludongka beserta seluruh aparat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), staf UPTD Puskesmas Pakue Utara, Kader Kesehatan Desa, Pendamping Desa, perwakilan masyarakat, serta para orang tua dari anak yang terindikasi stunting. Based on data, tercatat sebanyak 5 orang anak di Desa Saludongka yang masuk dalam kategori perhatian penanganan stunting pada tahun ini.

Jalannya Kegiatan: Dari Diskusi Terarah Hingga Usulan Perencanaan

Acara diawali dengan sambutan hangat dari Kepala Desa Saludongka yang sekaligus membuka kegiatan secara resmi. Setelah itu, Kasi PMD Kecamatan Pakue Utara memberikan sambutan mewakili Pemerintah Kecamatan, menekankan pentingnya sinergi semua pihak dalam penanganan stunting.

Memasuki sesi teknis, Pendamping Desa memaparkan materi mengenai urgensi dan regulasi Rembug Stunting dalam kerangka dokumen perencanaan desa. Langkah ini disusul dengan pemaparan laporan hasil kerja Kader Pembangunan Manusia (KPM) serta sosialisasi mendalam terkait konvergensi pencegahan stunting.

Sebagai inti dari rembug, forum dilanjutkan dengan sesi diskusi terarah. Sesi ini dimanfaatkan secara aktif oleh peserta untuk merumuskan usulan-usulan konkret penanganan stunting, yang nantinya akan dikawal agar terakomodasi dan masuk ke dalam Dokumen Perencanaan Desa (RKPDes) tahun anggaran berikutnya.

Arahan Strategis: Sinergi Susu Ibu Hamil dan Pemantauan 3 Kali Sehari

Rembug Stunting kali ini melahirkan beberapa poin instruksi dan komitmen penting dari para pemangku kebijakan:

  • Instruksi Pemerintah Kecamatan: Dalam sambutannya, perwakilan Kecamatan Pakue Utara meminta kepada petugas kesehatan untuk mengintensifkan jadwal kunjungan rumah secara berkala kepada anak-anak stunting. Selain itu, sebagai langkah preventif, diusulkan agar pemberian susu ibu hamil dilakukan secara menyeluruh kepada semua ibu hamil di desa, tidak hanya terbatas pada ibu hamil kategori Kekurangan Energi Kronis (KEK).

  • Komitmen Pemerintah Desa: Merespons hal tersebut, Kepala Desa Saludongka menegaskan langkah taktis. Beliau menginstruksikan kepada seluruh jajaran perangkat desa untuk berbagi tugas secara adil guna memantau kondisi dan perkembangan anak stunting secara ketat, termasuk memastikan pola pemberian makanan bergizi berjalan maksimal 3 kali sehari.


Ditutup dengan Aksi Nyata GERMAS

Setelah seluruh rangkaian musyawarah dan diskusi Rembug Stunting selesai, kegiatan tidak langsung berakhir. Acara ditutup dengan aksi nyata Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS).

Seluruh peserta yang hadir bersama-sama melakukan aksi makan buah bersama sebagai simbol kampanye pemenuhan gizi seimbang. Tidak hanya itu, pihak UPTD Puskesmas Pakue Utara juga membuka layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat yang hadir, menjadikan kegiatan hari ini paket lengkap antara perencanaan program dan aksi sehat di lapangan. 

Tuntas 100% APBDes 2026 Monev DD, TPP Pakue Utara Gelar Rakor Percepatan Pendataan dan Penguatan Jurnalis Desa

 

PAKUE UTARA – Tenaga Pendamping Profesional (TPP) Kecamatan Pakue Utara kembali menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) bulanan tingkat kecamatan hari ini (Kamis, 25 Juni 2026). Rakor ini menjadi momen krusial untuk mengevaluasi, mengendalikan, sekaligus mematangkan seluruh agenda pendataan desa yang tengah berjalan di wilayah Kecamatan Pakue Utara, Kabupaten Kolaka Utara.

Istimewanya, agenda koordinasi kali ini dipimpin langsung oleh Tenaga Ahli (TA) Pemberdayaan Masyarakat Kabupaten Kolaka Utara, Sultan Darampa, yang bertindak sebagai "Ketua Kelas" dalam mengawal jalannya diskusi dan evaluasi.

Kabar Baik: Input Dokumen APBDes 2026 Monev DD Tuntas 100%

Salah satu capaian terbesar yang menjadi sorotan utama dalam rakor ini adalah penuntasan input dokumen Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Tahun Anggaran 2026 ke dalam aplikasi sistem pendataan.

Berkat kerja keras TPP bersama seluruh jajaran pemerintah desa, Kecamatan Pakue Utara berhasil mencapai progres 100% tuntas. Capaian bersih ini mencakup seluruh desa di wilayah Pakue Utara, yaitu:

  • Desa Puundoho

  • Desa Pakue

  • Desa Lawata

  • Desa Mataleuno

  • Desa Teposua

  • Desa Saludongka

  • Desa Kalo

  • Desa Amoe

  • Desa Lengkong Batu

Evaluasi Sektor Sapras, Sosial Budaya, dan Digitalisasi Desa

Selain merayakan keberhasilan input APBDes, forum rakor juga membedah beberapa instrumen pendataan krusial lainnya:

  1. Pendataan Sapras dan Non-Sapras: Pemetaan sarana dan prasarana (Sapras) serta non-sarana prasarana penunjang desa terus digenjot agar data yang disajikan sinkron dengan kondisi riil di lapangan.

  2. Bidang Sosial Budaya: TPP melakukan penyisiran ulang terhadap laporan bidang sosial budaya yang digarap melalui dua jalur sistem, yakni pelaporan berbasis online maupun rekapan offline (Excel).

  3. Revitalisasi Media dan Jurnalis Desa: Guna memperkuat keterbukaan informasi publik di tingkat akar rumput, dilakukan reviu mendalam terhadap tata letak (layout) weblogspot masing-masing desa. TPP juga melakukan langkah pengendalian dan pembinaan terhadap para jurnalis desa se-Pakue Utara agar lebih aktif dan konsisten dalam mempublikasikan setiap kegiatan pembangunan serta pembagian bantuan di desa mereka.

Rencana Kerja Tindak Lanjut (RKTL)

Sebagai penutup rakor, TPP Pakue Utara merumuskan beberapa Rencana Kerja Tindak Lanjut (RKTL) konkrit yang harus segera diselesaikan dalam waktu dekat. Fokus utamanya adalah memastikan seluruh sisa pekerjaan administrasi tidak ada yang kedaluwarsa atau tertinggal.

Komitmen RKTL TPP Pakue Utara: Menuntaskan seluruh klaster pendataan yang meliputi: APBDes, Data Sapras dan Non-Sapras, pelaporan eHDW (electronic Human Development Worker) Triwulan II, Pendataan Bidang Sosial Budaya, optimalisasi Media Sosial dan Weblog Desa, serta finalisasi data penyaluran BLT (Bantuan Langsung Tunai) berbasis BNBA (By Name By Address).

Dengan komitmen penuh dari para pendamping desa dan kawalan ketat dari TA Kabupaten, TPP Pakue Utara optimis seluruh target sisa siber-pendataan ini dapat selesai tepat waktu demi tata kelola administrasi desa yang transparan dan akuntabel. 

Kamis, 11 Juni 2026

Menginspirasi Perubahan dari Pesisir: Aksi Nyata Pakue Utara di Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026

PAKUE UTARA – Lingkungan yang bersih dan lestari tidak tercipta dari rencana besar yang sekadar tertulis di atas kertas, melainkan dari tindakan-tindakan nyata yang dimulai dari langkah kecil. Semangat inilah yang melandasi perayaan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 di Kecamatan Pakue Utara.Merujuk pada momentum refleksi lingkungan global, masyarakat dan berbagai elemen di Pakue Utara berkumpul untuk satu tujuan: menjaga bumi demi masa depan generasi mendatang.

Dari Hal Kecil untuk Masa Depan yang Lebih Baik

Tahun ini, peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia di Pakue Utara mengusung tema yang sangat membumi: "Mari Menjaga Bumi, Mulai dari Hal Kecil untuk Masa Depan yang Lebih Baik."

Tema ini dipilih bukan tanpa alasan. Seringkali kita merasa tidak berdaya menghadapi isu lingkungan global seperti perubahan iklim atau polusi plastik. Padahal, perubahan besar selalu dimulai dari kepedulian kecil di lingkungan sekitar kita sendiri.

Sebagai wujud konkret dari tema tersebut, Pantai Bahari di Desa Pakue dipilih menjadi pusat gerakan tahun ini. Pantai Bahari, yang selama ini menjadi salah satu ikon keindahan alam desa, membutuhkan perhatian bersama agar ekosistem pesisirnya tetap terjaga dan nyaman dinikmati.

Aksi Pungut Sampah di Pantai Bahari

Kegiatan utama yang digelar adalah Aksi Pungut Sampah di sepanjang garis Pantai Bahari. Sejak pagi hari, suasana pantai sudah tampak berbeda dari biasanya. Ratusan peserta yang terdiri dari pemerintah kecamatan, pemerintah desa, para pendamping, tokoh masyarakat, pemuda, hingga warga setempat tampak antusias memadati lokasi dengan membawa kantong sampah (trash bag) dan peralatan kebersihan.

Secara bersama-sama, para peserta menyisir setiap sudut pantai untuk mengumpulkan sampah, terutama sampah plastik, botol bekas, dan limbah non-organik lainnya yang dapat merusak kelestarian laut serta estetika pantai.

Catatan Penting: Keberadaan sampah plastik di area pesisir bukan hanya merusak pemandangan, tetapi juga mengancam kehidupan biota laut dan kesehatan masyarakat sekitar melalui mikroplastik yang masuk ke rantai makanan.

Melalui aksi gotong royong ini, puluhan kantong sampah berhasil dikumpulkan dan langsung diangkut ke tempat pembuangan yang semestinya. Lebih dari sekadar membersihkan, kegiatan ini menjadi media edukasi langsung bagi masyarakat yang berkunjung maupun yang tinggal di sekitar pantai tentang pentingnya membuang sampah pada tempatnya.

Sinergi dan Keberlanjutan

Kegiatan ini membuktikan bahwa ketika pemerintah desa, kecamatan, lembaga mitra, dan masyarakat bergerak bersama, dampak positif yang besar bisa langsung dirasakan. Pantai Bahari Desa Pakue kini tampak lebih bersih, asri, dan nyaman.

Namun, agenda ini bukanlah akhir. Peringatan Hari Lingkungan Hidup ini diharapkan menjadi pemantik bagi gerakan-gerakan lingkungan berikutnya di Kecamatan Pakue Utara. Menjaga bumi adalah tugas 365 hari dalam setahun, bukan hanya saat perayaan seremonial.

Mari kita lanjutkan aksi baik ini di lingkungan kita masing-masing. Mulai dari memilah sampah rumah tangga, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, hingga aktif menjaga kebersihan fasilitas umum.

Selamat Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026! Jaga bumi kita hari ini, untuk senyum anak cucu kita di masa depan.

Penulis: [Nama Anda/Tim Media] Foto Kegiatan: [Lampirkan dokumentasi aksi pungut sampah di Pantai Bahari]

Deklarasi Pemuda Bangun Desa Pemuda Bangun Indonesia

JAKARTA, Bertempat di Oproom Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Kamis 11 Juni 2026 diselenggarakan acara Pengukuhan Pemuda Bangun Desa Bangun Indonesia oleh Menteri Desa H. Yandri Susanto, SPt. MPd.,  di Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia

Para pemuda pemudi ini adalah peserta terpilih untuk magang ke Jepang. Sebelum berangkat para calon peserta dibekali pendidikan bahasa, keterampilan dari  LPK dan pendidikan nasionalisme kesamaptaan. Hal ini dimaksudkan untuk membekali para peserta untuk mampu beradabtasi dengan tempat kerja baru, negara yang jauh dari negara asal dan kelak bila telah selesai magang kembali ke Indonesia dengan membawa bekal keterampilan dan pengetahuan yang dapat dikembangkan di desa-desa negaranya. 

Kepala BPSDM PMDDT Dr. Agustomi Masik, M.Dev, Plg menyampaikan laporan bahwa kegiatan ini  dalam rangka membangun manusia Indonesia seutuhnya, ini adalah kolaborasi berbagai pihak untuk membentuk Supeŕ Tim sebagai upaya meningkatkan kualitas masyarakat desa.  Ini adalah bentuk utk meningkatkatkan kopentensi masyarakat desa, saat ini kita masih hanya mampu meningkatkan kompentensi 4000 per tahun sementara desa di Indonesia terdapat 75266 desa. 

Berdasar data 70% pemuda yang pulang dari Jelang pulang ke Indonesia mampu utk menjadi pengusaha. Pemuda yang akan dikukuhkan sejumlah 200 pemuda dari 15 provinsi yg diharapkan dapat memberi dampak positif.  Tahun ini Universitas Siber Asia akan memberikan 500 beasiswa S1 bagi pemuda Indonesia. 

Dalam acara ini diselenggarakan penandatangan nota kesepahaman antara Universitas Siber Asia dengan Kementerian Desa dan daerah Tertinggal Republik Indonesia.

Hadir dalam acara Utusan Khusus Presiden Rafi Ahmad menyampaikan pesan dari Bapak Presiden Prabowo bahwa beliau mengapresiasi kegiatan membangun pemuda. Utusan Presiden juga mengapresiasi totalitas Menteri Desa dalam Membangun Desa.  Pengukuhan hari ini adalah titik awal untuk menciptakan pemimpin penggerak dan inovator Indonesia ke depan. 

Menteri Desa dalam sambutan arahannya  menyampaikan pesan bahwa yang berdiri disini kelak akan menjadi pemimpin di masa depan. Kemendesa melakukan kerjasama dengan parapihak utuk menjngkatkan sumberdaya manusia yang unggul melalui Pengukuhan Pemuda Bangun Desa Bangun Indonesia.. "Karena adik-adik adalah duta utk mengenyam pendidikan di negara yang maju maka jaga Negara yang kita cintai dengan menjaga nama baik Indonesia ketika berada di Jepang dengan belajar tekun dan menunjukkan bahwa yang berkesempatan berangkat ke Jepang adalah pemuda pilihan dan dapat menularkan hal-hal yang positif kepada para pemuda yang lain. 

Sepulang dari Jepang akan kita buatkan forum sebagai organisasi tindak lanjut untuk mengembangkan potensi 12 aksi prioritas bangun desa bangun Indonesia. Ketika pulang dari Jepang yang berangkat saat ini harus bukan cari kerja tetap menciptakan lapangan kerja. Acara disemangati dengan yel yel menggunakan bahasa Jepang. #BangunDesaBangunIndonesia Desa Terdepan Untuk Indonesia 11/06/2026

 Oleh: TPP Pakue Utara

Rabu, 03 Juni 2026

Mengakselerasi Pembangunan Desa: Catatan Rapat Koordinasi TPP Wilayah III Tahun 2026

KOLAKA UTARA – Bertempat di Cafe Alula Desa Lawata , Kecamatan Pakue Utara Tempat pertemuan Wilayah III, hari ini Kamis (4/6/2026) telah sukses diselenggarakan Rapat Koordinasi (Rakor) Tenaga Pendamping Profesional (TPP) Wilayah III. Pertemuan strategis ini menjadi momentum penting dalam menyamakan persepsi, mengevaluasi capaian kinerja, serta merumuskan langkah taktis percepatan pembangunan desa  tahun anggaran 2026.



Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pendamping desa lintas kecamatan di Wilayah III, dengan rincian kehadiran sebagai berikut:

· Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM): 1 Orang

· TPP Kecamatan Porehu: 2 Orang

· TPP Kecamatan Pakue: 3 Orang

· TPP Kecamatan Batu Putih: 2 Orang

· TPP Kecamatan Pakue Utara: 3 Orang

· TPP Kecamatan Pakue Tengah: 2 Orang

Agenda Strategis Rakor Wilayah III

Rapat koordinasi kali ini membahas 9 agenda krusial yang menjadi indikator utama keberhasilan pendampingan desa. Berikut adalah poin-poin pembahasan dalam rakor tersebut:

1. Sambutan Ketua Kelas Wilayah III & Pembukaan Acara

Acara diawali dengan sambutan hangat dari Ketua Kelas TPP Wilayah III (SULTAN DARAMPA) TAPM Kabupaten Kolaka Utara  yang sekaligus membuka kegiatan rakor secara resmi. Dalam sambutannya, Ketua Kelas menekankan pentingnya soliditas dan komitmen tinggi dari seluruh pendamping dalam mengawal program-program prioritas kementerian di tingkat desa.

2. Update Laporan Perencanaan Tahun 2026

Agenda kedua berfokus pada peninjauan kembali (update) dokumen dan laporan perencanaan pembangunan desa tahun 2026. Hal ini dilakukan untuk memastikan seluruh tahapan perencanaan berjalan sesuai dengan regulasi dan ketetapan waktu yang ada dan terinput pada laporan.

3. Progress Pemeringkatan BUMDes

Peserta rakor mengevaluasi perkembangan pemeringkatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di masing-masing kecamatan. Pemeringkatan ini krusial untuk memetakan kategori BUMDes (Perintis, Pemula, Berkembang, atau Maju) agar intervensi pembinaan ke depan lebih tepat sasaran . capaian Progress Pemeringkatan BUMDes Wilayah III :

1. Kecamatan Pakue : 2 Desa

2. Kecamatan Pakue Tengah : 4 Desa

3. Kecamatan Pakue Utara : 7 Desa

4. Kecamatan Batu Putih : 4 Desa

5. Kecamatan Porehu : 1 Desa

4. Progress Badan Hukum BUMDes

Melanjutkan bahasan BUMDes, agenda keempat membedah sejauh mana progres pendaftaran dan sertifikasi Badan Hukum BUMDes di wilayah III. Status badan hukum ini sangat penting agar BUMDes memiliki legalitas formal dalam menjalankan kerja sama usaha. Capaian Progress Badan Hukum BUMDes Wilayah III

1. Kecamatan Pakue : 3 Desa

2. Kecamatan Pakue Tengah : 6 Desa

3. Kecamatan Pakue Utara : 8 Desa

4. Kecamatan Batu Putih : 8 Desa

5. Kecamatan Porehu : 1 Desa

5. Pembahasan DRP Ver3 (Daily Report Pendamping Versi 3)

Sebagai instrumen kinerja, implementasi aplikasi DRP (Daily Report Pendamping) Versi 3 menjadi sorotan. Dilakukan diskusi mendalam mengenai kendala teknis maupun substansi pengisian laporan harian agar seluruh aktivitas pendampingan terdokumentasi dengan baik di sistem pusat.

6. Progress eHDW dan Jelang Rembug Stunting

Menghadapi agenda nasional penanganan stunting, rakor membahas progres pemutakhiran data pada aplikasi eHDW (electronic Human Development Worker). Kesiapan desa-desa dalam menyelenggarakan Rembug Stunting tingkat desa juga dipastikan agar usulan program konvergensi stunting masuk dalam RKPDes.

7. Evaluasi Webblogspot dan Presentasi Masing-Masing Pemred

Dalam rangka keterbukaan informasi dan publikasi kegiatan, dilakukan evaluasi terhadap pengelolaan webblogspot masing-masing kecamatan. Sesi ini menarik karena diisi dengan presentasi langsung dari para Pemimpin Redaksi (Pemred) media kecamatan mengenai capaian literasi dan publikasi desa.

8. Laporan BLT dan BNBA

Rakor juga memastikan validitas laporan penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa serta kelengkapan data By Name By Address (BNBA) Keluarga Penerima Manfaat (KPM), guna menghindari terjadinya tumpang tindih bantuan.

9. Progress Pencairan Dana Desa

Agenda pamungkas ditutup dengan evaluasi progres pencairan Dana Desa (DD) tahun 2026 untuk masing-masing kecamatan. Pendamping diminta aktif mengawal desa yang masih mengalami kendala administratif agar penyerapan anggaran dapat berjalan optimal demi pembangunan masyarakat.

Penutup

Melalui Rapat Koordinasi Wilayah III ini, diharapkan seluruh TPP yang bertugas di Kecamatan Porehu, Pakue, Batu Putih, Pakue Utara, dan Pakue Tengah dapat bergerak lebih cepat, responsif, dan akurat dalam mendampingi desa. Sinergi yang kuat antara TAPM dan TPP Kecamatan menjadi kunci suksesnya kemandirian desa di Wilayah III.

Salam Berdesa!

Senin, 01 Juni 2026

STRUKTUR REDAKSI

STRUKTUR REDAKSI KECAMATAN PAKUE UTARA

PENANGGUNG JAWAB : ROSDIANA

PEMRED : NURMAN

STAF REDAKSI : BASO JUNAID

KONTRIBUTOR : 


Selasa, 12 Mei 2026

Penyaluran BLT Dana Desa Tahap I di Kecamatan Pakue Utara Tuntas 9 Desa

PAKUE UTARA – Komitmen Pemerintah Desa se-Kecamatan Pakue Utara dalam memastikan jaring pengaman sosial tepat waktu membuahkan hasil. Tepat pada hari Selasa, 12 Mei 2026, penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa Tahap I resmi dinyatakan tuntas di seluruh desa yang ada di wilayah Kecamatan Pakue Utara.

Tuntasnya penyaluran tahap pertama ini ditandai dengan selesainya pembagian bantuan di Desa Teposua. Keberhasilan ini mencerminkan koordinasi yang solid antara Pemerintah Desa, Pendamping Desa, serta pihak Kecamatan dalam mengawal hak masyarakat penerima manfaat.

Rekapitulasi Penerima Manfaat (KPM)

Berdasarkan data yang dihimpun, total penerima BLT Dana Desa di Kecamatan Pakue Utara pada tahun 2026 berjumlah 71 Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Berikut adalah rincian sebaran KPM di 9 desa:

No

Desa

Jumlah KPM

1

Desa Pakue

25 KPM

2

Desa Lengkong Batu

4 KPM

3

Desa Amoe

10 KPM

4

Desa Puundoho

7 KPM

5

Desa Mataleuno

6 KPM

6

Desa Kalo

6 KPM

7

Desa Lawata

5 KPM

8

Desa Teposua

5 KPM

9

Desa Saludongka

3 KPM

Total

Kecamatan Pakue Utara

71 KPM

 

Progres Tahap II: Langkah Cepat Pemerintah Desa

Tidak berhenti pada tahap pertama, beberapa desa di Pakue Utara menunjukkan gerak cepat dengan langsung melanjutkan ke penyaluran Tahap II. Hingga saat ini, progres penyaluran tahap kedua telah mencapai 2 dari 9 desa.

Langkah percepatan ini diharapkan dapat terus membantu menjaga daya beli masyarakat dan memastikan perputaran ekonomi di tingkat desa tetap stabil.

Sinergi dan Transparansi


Penyaluran yang berjalan tertib ini tidak lepas dari pengawasan berbagai pihak, mulai dari unsur Pemerintah Kecamatan, Babinsa, Bhabinkamtibmas, hingga Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa dana yang disalurkan tepat sasaran sesuai dengan hasil musyawarah desa (Musdes).

Dengan tuntasnya Tahap I, Pemerintah Desa diimbau untuk segera melengkapi administrasi laporan agar proses pencairan dan penyaluran tahap berikutnya bagi desa-desa lain dapat berjalan tanpa hambatan.

 

Penulis: Pendamping Desa Pakue Utara Tanggal: 13 Mei 2026

 

Jumat, 01 Mei 2026

Langkah Pasti Desa Saludongka Menuju Perpustakaan Desa Terbaik di Kolaka Utara

SALUDONGKA, 1 Mei 2026 – Semangat literasi di Desa Saludongka semakin membara. Setelah berhasil melewati seleksi administrasi dan verifikasi faktual pada tahap pertama, kini Perpustakaan Desa Madani Saludongka resmi memasuki Penilaian Tahap Kedua dalam ajang Lomba Perpustakaan Desa Tingkat Kabupaten Kolaka Utara.Desa Saludongka terpilih menjadi salah satu dari 6 besar perpustakaan desa terbaik se-Kabupaten Kolaka Utara yang berhak mengikuti tahapan krusial ini.

Kunjungan Tim Penilai Kabupaten

Kegiatan penilaian yang berlangsung hari ini dihadiri oleh tim penilai gabungan yang berkompeten di bidangnya. Kehadiran para pejabat daerah menunjukkan betapa pentingnya peran perpustakaan dalam pembangunan sumber daya manusia di tingkat desa. Hadir dalam tim penilai antara lain:

  • Asisten Bupati Kabupaten Kolaka Utara
  • Dinas Perpustakaan Kabupaten Kolaka Utara
  • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD)

Selain tim penilai, acara ini juga dikawal langsung oleh jajaran internal desa, mulai dari Kepala Desa Saludongka, Perangkat Desa, Pendamping Desa, hingga Tokoh Masyarakat yang antusias memberikan dukungan.

Standar Penilaian yang Ketat


Masuk dalam jajaran 6 besar bukanlah perkara mudah. Penilaian tahap kedua ini dilakukan secara mendalam berdasarkan pedoman dan kriteria yang telah ditetapkan. Beberapa aspek yang ditinjau meliputi:

  1. Kelengkapan Koleksi Buku dan inovasi layanan.
  2. Kesesuaian Administrasi dengan pedoman perpustakaan nasional.
  3. Dampak Perpustakaan terhadap peningkatan literasi dan ekonomi masyarakat desa.

Harapan Kepala Desa: Sinergi dan Keberlanjutan


Kepala Desa Saludongka, Isnandar, S.Pd., M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga atas pencapaian Perpustakaan Madani hingga sejauh ini. Beliau menekankan bahwa perpustakaan bukan sekadar tempat menyimpan buku, melainkan jantung peradaban desa.

"Harapan kami, Perpustakaan Desa Madani Saludongka ke depan selalu sejalan dengan program Pemerintah Desa. Kami ingin literasi menjadi pondasi pembangunan. Untuk pengelola, tetap semangat dan jangan pernah lelah berinovasi," ujar Isnandar.

Menatap Masa Depan

Pemerintah Desa Saludongka berkomitmen untuk terus memberikan dukungan penuh, baik dari segi sarana maupun prasarana, agar perpustakaan ini tidak hanya sukses dalam lomba, tetapi benar-benar memberikan manfaat nyata bagi seluruh lapisan masyarakat, mulai dari anak sekolah hingga pelaku UMKM di desa.

Semoga hasil penilaian tahap kedua ini memberikan hasil terbaik bagi Desa Saludongka dan membawa nama baik desa di tingkat yang lebih tinggi.

#DesaSaludongka #KolakaUtara #PerpustakaanDesa #LiterasiUntukKesejahteraan #LombaPerpustakaan2026

Minggu, 12 April 2026

Tingkatkan Keamanan Warga dan Transparansi Digital: Catatan Rapat Pekanan Pemdes Lawata

Desa Lawata – Pemerintah Desa Lawata kembali menggelar Rapat Pekanan rutin pada hari ini. Pertemuan yang dihadiri oleh perangkat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), dan Pendamping Desa ini fokus pada dua agenda besar: merespons isu keamanan terkini di wilayah Kecamatan Pakue Utara dan penguatan kapasitas digital perangkat desa.

Respons Cepat Maraknya Pencurian: Aktivasi Pos Ronda

Menyikapi laporan terkait maraknya tindak pencurian yang terjadi di wilayah Kecamatan Pakue Utara belakangan ini, Pemerintah Desa Lawata mengambil langkah preventif yang tegas. Keamanan warga menjadi prioritas utama guna menciptakan situasi desa yang kondusif.

Berdasarkan hasil pemetaan kerawanan, rapat memutuskan untuk mengaktifkan kembali Pos Ronda (Pos Kamling) di tiga titik strategis yang dianggap rawan.

"Langkah ini adalah bentuk kewaspadaan kita bersama. Kami meminta seluruh lapisan masyarakat untuk kembali menggalakkan semangat gotong royong dalam menjaga keamanan lingkungan," ujar Kepala Desa Lawata dalam arahannya.

Pemerintah Desa akan segera menyusun jadwal piket ronda yang melibatkan partisipasi aktif warga. Selain untuk mencegah tindak kriminal, aktivasi pos ronda ini diharapkan dapat mempererat tali silaturahmi antarwarga di malam hari.

Literasi Digital: Pendampingan Pembuatan Blog Desa


Setelah pembahasan keamanan usai, kegiatan dilanjutkan dengan agenda pemberdayaan teknis, yaitu Pendampingan Pembuatan Blog Desa. Kegiatan ini difasilitasi langsung oleh Pendamping Desa yang memberikan bimbingan teknis kepada Operator Desa Lawata.

Pendampingan ini mencakup beberapa hal teknis, antara lain:

Memastikan alamat digital desa dapat diakses dengan stabil.

Melatih operator agar mampu menyajikan informasi yang akurat, cepat, dan mudah dipahami.

Implementasi UU KIP dan Permendes 16 Tahun 2025

Langkah pembuatan blog ini bukan tanpa alasan. Hal ini merupakan perwujudan dari amanat Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) serta tindak lanjut dari Permendes No. 16 Tahun 2025.

Dalam aturan tersebut, digitalisasi desa menjadi salah satu fokus penggunaan Dana Desa Tahun 2026. Dengan adanya blog resmi, masyarakat Desa Lawata maupun pihak luar dapat memantau perkembangan pembangunan desa secara transparan dan akuntabel melalui media sosial dan kanal digital resmi desa.

  

Jumat, 20 Maret 2026

Penyaluran BLT DD Tahap 1 Desa Lengkong Batu Seleksi ketat demi tepat sasaran

 

Penyaluran BLT DD Tahap 1 2026 Desa Lengkong Batu: Seleksi Ketat demi Tepat Sasaran

LENGKONG BATU – Rabu, 18 Maret 2026 Pemerintah Desa Lengkong Batu kembali merealisasikan program jaring pengaman sosial melalui penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) Tahap 1 untuk tahun anggaran 2026. Namun, ada yang berbeda pada pelaksanaan tahun ini dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Dampak Efisiensi Anggaran 2026

Tahun 2026 menjadi tantangan tersendiri bagi Pemerintah Desa Lengkong Batu. Adanya penurunan alokasi Dana Desa secara nasional berdampak langsung pada kuota penerima bantuan. Tahun ini, jumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Desa Lengkong Batu tercatat sebanyak 4 orang.

Penurunan jumlah ini merupakan langkah penyesuaian yang sulit namun harus diambil agar roda pembangunan desa lainnya tetap bisa berjalan beriringan dengan program pemberdayaan masyarakat.

Mekanisme Seleksi yang Berlapis

Kepala Desa Lengkong Batu menegaskan bahwa penentuan 4 orang KPM ini tidak dilakukan secara sembarangan. Mengingat slot yang sangat terbatas, pemerintah desa menerapkan prosedur seleksi yang jauh lebih ketat.

"Kami harus memastikan bahwa bantuan yang jumlahnya terbatas ini benar-benar jatuh ke tangan yang paling membutuhkan. Prosedur seleksi dilakukan secara transparan melalui verifikasi lapangan dan musyawarah desa," ujar Kepala Desa.

Kriteria utama yang menjadi acuan tetap berpedoman pada aturan pemerintah pusat, yakni:

Keluarga miskin ekstrem.

Lansia tunggal atau penyandang disabilitas.

Keluarga dengan anggota yang memiliki penyakit kronis/menahun.

Belum menerima bantuan sosial lainnya dari pemerintah pusat (seperti PKH atau BPNT).

Harapan Pemerintah Desa

Meskipun jumlah penerima mengalami penyusutan signifikan, Pemerintah Desa berharap bantuan ini dapat meringankan beban ekonomi harian bagi para KPM, terutama untuk memenuhi kebutuhan pokok di awal tahun. Penyaluran tahap pertama ini diharapkan menjadi stimulus yang bermanfaat bagi mereka yang benar-benar berada dalam kondisi layak sesuai kriteria.

Transparansi adalah Kunci

Pihak desa juga mengimbau warga untuk memahami situasi anggaran tahun ini. Transparansi melalui Musyawarah Desa (Musdes) menjadi garda terdepan dalam menetapkan keputusan ini agar tidak terjadi kecemburuan sosial di tengah masyarakat.