KETAPANG DESA LAWATA

Penebaran Rompong.

Rakor TPP

Rapat Koordinasi TPP Wilayah III ( Kecamatan Pakue, Kecamatan Pakue Tengah, Kecamatan Pakue Utara, Kecamatan Porehu, Kecamatan Batu Putih).

PELATIHAN BUDIDAYA JAMUR TIRAM

Pelatihan yang didampingi oleh Dinas Kehutanan Kolaka utara.

Pesona Pantai Teposua

Pesona cantik Pantai Desa Teposua di Sore hari.

Pantai Lawata

Pesona Pantai Desa Lawata Pagi Hari.

Pages

Selamat Datang di Pusat Informasi Pembangunan Desa Kecamatan Pakue Utara

Kamis, 25 Juni 2026

Progres Penyaluran BLT Triwulan II di Pakue Utara Capai 4 Desa, Desa Amoe Tuntaskan Hak 10 KPM

Pemerintah Desa Amoe, Kecamatan Pakue Utara, sukses menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) Triwulan II untuk alokasi bulan April, Mei, dan Juni 2026 pada Rabu (24/06/2026).

Dengan tuntasnya penyaluran di Desa Amoe, tercatat sudah 4 desa di wilayah Kecamatan Pakue Utara yang berhasil merampungkan penyaluran BLT Triwulan II. Keempat desa tersebut adalah:

  • Desa Mataleuno

  • Desa Teposua

  • Desa Saludongka

  • Desa Amoe

Kegiatan ini dikawal dan dihadiri langsung oleh Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat Desa (TA PMD) Kabupaten Kolaka Utara, Sultan Darampa. Turut hadir pula Kasi PMD Kecamatan Pakue Utara selaku perwakilan pemerintah kecamatan, Bhabinkamtibmas, Babinsa, Pendamping Desa (PD), Pendamping Lokal Desa (PLD), Badan Permusyawaratan Desa (BPD), serta Kepala Desa beserta seluruh jajaran perangkat Desa Amoe.

Pelayanan Humanis: Antar Langsung ke Rumah KPM yang Sakit

Pada penyaluran kali ini, total sasaran di Desa Amoe berjumlah 10 Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Namun, jalannya penyaluran dilakukan dengan dua metode demi memastikan bantuan tepat sasaran dan ramah lansia/warga sakit:

  • Penyaluran di Aula Desa: Sebanyak 8 orang KPM hadir langsung menerima haknya di tempat kegiatan dengan tertib.

  • Penyaluran Door-to-Door: Sebanyak 2 orang KPM yang berhalangan hadir karena kondisi sakit tidak ditinggalkan begitu saja. Selepas acara formal, kepala desa bersama rombongan pendamping dan unsur pengamanan langsung bergerak mengantarkan dana BLT tersebut langsung ke rumah masing-masing warga yang bersangkutan.


Monitoring Ketahanan Pangan: Kunjungan ke Budidaya Ayam Petelur BUMDes Karya Bersama

Setelah seluruh proses administrasi dan penyerahan BLT Dana Desa selesai, rombongan TA PMD Kabupaten bersama jajaran pendamping dan pemerintah kecamatan melanjutkan agenda ke lapangan.

Mereka melakukan kunjungan monitoring dan evaluasi (monev) ke unit usaha BUMDes Karya Bersama Desa Amoe. Kunjungan ini berfokus pada program ketahanan pangan (Ketapang) tahun anggaran 2025 yang dikelola oleh BUMDes, yaitu unit usaha budidaya ayam petelur.

Catatan Monev: Kunjungan ini bertujuan memastikan keberlanjutan dan produktivitas usaha ayam petelur milik desa, sehingga program ketahanan pangan yang dianggarkan dari Dana Desa benar-benar memberikan dampak ekonomi jangka panjang dan memperkuat pasokan pangan protein bagi masyarakat lokal

 

Awali Rangkaian di Kecamatan Pakue Utara, Desa Saludongka Sukses Gelar Rembug Stunting dan Aksi GERMAS


Selasa 23 Juni 2026– Desa Saludongka menjadi desa pertama di wilayah Kecamatan Pakue Utara yang melaksanakan musyawarah Rembug Stunting untuk perencanaan kerja tahun depan. Langkah cepat ini diambil sebagai bentuk komitmen nyata pemerintah desa dan lintas sektor dalam menekan serta mencegah angka stunting di tingkat akar rumput.

Kegiatan penting yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh tim Pemerintah Kecamatan Pakue Utara yang diwakili oleh Kasi PMD dan Kasi Pemerintahan Desa. Turut hadir Kepala Desa Saludongka beserta seluruh aparat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), staf UPTD Puskesmas Pakue Utara, Kader Kesehatan Desa, Pendamping Desa, perwakilan masyarakat, serta para orang tua dari anak yang terindikasi stunting. Based on data, tercatat sebanyak 5 orang anak di Desa Saludongka yang masuk dalam kategori perhatian penanganan stunting pada tahun ini.

Jalannya Kegiatan: Dari Diskusi Terarah Hingga Usulan Perencanaan

Acara diawali dengan sambutan hangat dari Kepala Desa Saludongka yang sekaligus membuka kegiatan secara resmi. Setelah itu, Kasi PMD Kecamatan Pakue Utara memberikan sambutan mewakili Pemerintah Kecamatan, menekankan pentingnya sinergi semua pihak dalam penanganan stunting.

Memasuki sesi teknis, Pendamping Desa memaparkan materi mengenai urgensi dan regulasi Rembug Stunting dalam kerangka dokumen perencanaan desa. Langkah ini disusul dengan pemaparan laporan hasil kerja Kader Pembangunan Manusia (KPM) serta sosialisasi mendalam terkait konvergensi pencegahan stunting.

Sebagai inti dari rembug, forum dilanjutkan dengan sesi diskusi terarah. Sesi ini dimanfaatkan secara aktif oleh peserta untuk merumuskan usulan-usulan konkret penanganan stunting, yang nantinya akan dikawal agar terakomodasi dan masuk ke dalam Dokumen Perencanaan Desa (RKPDes) tahun anggaran berikutnya.

Arahan Strategis: Sinergi Susu Ibu Hamil dan Pemantauan 3 Kali Sehari

Rembug Stunting kali ini melahirkan beberapa poin instruksi dan komitmen penting dari para pemangku kebijakan:

  • Instruksi Pemerintah Kecamatan: Dalam sambutannya, perwakilan Kecamatan Pakue Utara meminta kepada petugas kesehatan untuk mengintensifkan jadwal kunjungan rumah secara berkala kepada anak-anak stunting. Selain itu, sebagai langkah preventif, diusulkan agar pemberian susu ibu hamil dilakukan secara menyeluruh kepada semua ibu hamil di desa, tidak hanya terbatas pada ibu hamil kategori Kekurangan Energi Kronis (KEK).

  • Komitmen Pemerintah Desa: Merespons hal tersebut, Kepala Desa Saludongka menegaskan langkah taktis. Beliau menginstruksikan kepada seluruh jajaran perangkat desa untuk berbagi tugas secara adil guna memantau kondisi dan perkembangan anak stunting secara ketat, termasuk memastikan pola pemberian makanan bergizi berjalan maksimal 3 kali sehari.


Ditutup dengan Aksi Nyata GERMAS

Setelah seluruh rangkaian musyawarah dan diskusi Rembug Stunting selesai, kegiatan tidak langsung berakhir. Acara ditutup dengan aksi nyata Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS).

Seluruh peserta yang hadir bersama-sama melakukan aksi makan buah bersama sebagai simbol kampanye pemenuhan gizi seimbang. Tidak hanya itu, pihak UPTD Puskesmas Pakue Utara juga membuka layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat yang hadir, menjadikan kegiatan hari ini paket lengkap antara perencanaan program dan aksi sehat di lapangan. 

Tuntas 100% APBDes 2026 Monev DD, TPP Pakue Utara Gelar Rakor Percepatan Pendataan dan Penguatan Jurnalis Desa

 

PAKUE UTARA – Tenaga Pendamping Profesional (TPP) Kecamatan Pakue Utara kembali menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) bulanan tingkat kecamatan hari ini (Kamis, 25 Juni 2026). Rakor ini menjadi momen krusial untuk mengevaluasi, mengendalikan, sekaligus mematangkan seluruh agenda pendataan desa yang tengah berjalan di wilayah Kecamatan Pakue Utara, Kabupaten Kolaka Utara.

Istimewanya, agenda koordinasi kali ini dipimpin langsung oleh Tenaga Ahli (TA) Pemberdayaan Masyarakat Kabupaten Kolaka Utara, Sultan Darampa, yang bertindak sebagai "Ketua Kelas" dalam mengawal jalannya diskusi dan evaluasi.

Kabar Baik: Input Dokumen APBDes 2026 Monev DD Tuntas 100%

Salah satu capaian terbesar yang menjadi sorotan utama dalam rakor ini adalah penuntasan input dokumen Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Tahun Anggaran 2026 ke dalam aplikasi sistem pendataan.

Berkat kerja keras TPP bersama seluruh jajaran pemerintah desa, Kecamatan Pakue Utara berhasil mencapai progres 100% tuntas. Capaian bersih ini mencakup seluruh desa di wilayah Pakue Utara, yaitu:

  • Desa Puundoho

  • Desa Pakue

  • Desa Lawata

  • Desa Mataleuno

  • Desa Teposua

  • Desa Saludongka

  • Desa Kalo

  • Desa Amoe

  • Desa Lengkong Batu

Evaluasi Sektor Sapras, Sosial Budaya, dan Digitalisasi Desa

Selain merayakan keberhasilan input APBDes, forum rakor juga membedah beberapa instrumen pendataan krusial lainnya:

  1. Pendataan Sapras dan Non-Sapras: Pemetaan sarana dan prasarana (Sapras) serta non-sarana prasarana penunjang desa terus digenjot agar data yang disajikan sinkron dengan kondisi riil di lapangan.

  2. Bidang Sosial Budaya: TPP melakukan penyisiran ulang terhadap laporan bidang sosial budaya yang digarap melalui dua jalur sistem, yakni pelaporan berbasis online maupun rekapan offline (Excel).

  3. Revitalisasi Media dan Jurnalis Desa: Guna memperkuat keterbukaan informasi publik di tingkat akar rumput, dilakukan reviu mendalam terhadap tata letak (layout) weblogspot masing-masing desa. TPP juga melakukan langkah pengendalian dan pembinaan terhadap para jurnalis desa se-Pakue Utara agar lebih aktif dan konsisten dalam mempublikasikan setiap kegiatan pembangunan serta pembagian bantuan di desa mereka.

Rencana Kerja Tindak Lanjut (RKTL)

Sebagai penutup rakor, TPP Pakue Utara merumuskan beberapa Rencana Kerja Tindak Lanjut (RKTL) konkrit yang harus segera diselesaikan dalam waktu dekat. Fokus utamanya adalah memastikan seluruh sisa pekerjaan administrasi tidak ada yang kedaluwarsa atau tertinggal.

Komitmen RKTL TPP Pakue Utara: Menuntaskan seluruh klaster pendataan yang meliputi: APBDes, Data Sapras dan Non-Sapras, pelaporan eHDW (electronic Human Development Worker) Triwulan II, Pendataan Bidang Sosial Budaya, optimalisasi Media Sosial dan Weblog Desa, serta finalisasi data penyaluran BLT (Bantuan Langsung Tunai) berbasis BNBA (By Name By Address).

Dengan komitmen penuh dari para pendamping desa dan kawalan ketat dari TA Kabupaten, TPP Pakue Utara optimis seluruh target sisa siber-pendataan ini dapat selesai tepat waktu demi tata kelola administrasi desa yang transparan dan akuntabel. 

Kamis, 11 Juni 2026

Menginspirasi Perubahan dari Pesisir: Aksi Nyata Pakue Utara di Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026

PAKUE UTARA – Lingkungan yang bersih dan lestari tidak tercipta dari rencana besar yang sekadar tertulis di atas kertas, melainkan dari tindakan-tindakan nyata yang dimulai dari langkah kecil. Semangat inilah yang melandasi perayaan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 di Kecamatan Pakue Utara.Merujuk pada momentum refleksi lingkungan global, masyarakat dan berbagai elemen di Pakue Utara berkumpul untuk satu tujuan: menjaga bumi demi masa depan generasi mendatang.

Dari Hal Kecil untuk Masa Depan yang Lebih Baik

Tahun ini, peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia di Pakue Utara mengusung tema yang sangat membumi: "Mari Menjaga Bumi, Mulai dari Hal Kecil untuk Masa Depan yang Lebih Baik."

Tema ini dipilih bukan tanpa alasan. Seringkali kita merasa tidak berdaya menghadapi isu lingkungan global seperti perubahan iklim atau polusi plastik. Padahal, perubahan besar selalu dimulai dari kepedulian kecil di lingkungan sekitar kita sendiri.

Sebagai wujud konkret dari tema tersebut, Pantai Bahari di Desa Pakue dipilih menjadi pusat gerakan tahun ini. Pantai Bahari, yang selama ini menjadi salah satu ikon keindahan alam desa, membutuhkan perhatian bersama agar ekosistem pesisirnya tetap terjaga dan nyaman dinikmati.

Aksi Pungut Sampah di Pantai Bahari

Kegiatan utama yang digelar adalah Aksi Pungut Sampah di sepanjang garis Pantai Bahari. Sejak pagi hari, suasana pantai sudah tampak berbeda dari biasanya. Ratusan peserta yang terdiri dari pemerintah kecamatan, pemerintah desa, para pendamping, tokoh masyarakat, pemuda, hingga warga setempat tampak antusias memadati lokasi dengan membawa kantong sampah (trash bag) dan peralatan kebersihan.

Secara bersama-sama, para peserta menyisir setiap sudut pantai untuk mengumpulkan sampah, terutama sampah plastik, botol bekas, dan limbah non-organik lainnya yang dapat merusak kelestarian laut serta estetika pantai.

Catatan Penting: Keberadaan sampah plastik di area pesisir bukan hanya merusak pemandangan, tetapi juga mengancam kehidupan biota laut dan kesehatan masyarakat sekitar melalui mikroplastik yang masuk ke rantai makanan.

Melalui aksi gotong royong ini, puluhan kantong sampah berhasil dikumpulkan dan langsung diangkut ke tempat pembuangan yang semestinya. Lebih dari sekadar membersihkan, kegiatan ini menjadi media edukasi langsung bagi masyarakat yang berkunjung maupun yang tinggal di sekitar pantai tentang pentingnya membuang sampah pada tempatnya.

Sinergi dan Keberlanjutan

Kegiatan ini membuktikan bahwa ketika pemerintah desa, kecamatan, lembaga mitra, dan masyarakat bergerak bersama, dampak positif yang besar bisa langsung dirasakan. Pantai Bahari Desa Pakue kini tampak lebih bersih, asri, dan nyaman.

Namun, agenda ini bukanlah akhir. Peringatan Hari Lingkungan Hidup ini diharapkan menjadi pemantik bagi gerakan-gerakan lingkungan berikutnya di Kecamatan Pakue Utara. Menjaga bumi adalah tugas 365 hari dalam setahun, bukan hanya saat perayaan seremonial.

Mari kita lanjutkan aksi baik ini di lingkungan kita masing-masing. Mulai dari memilah sampah rumah tangga, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, hingga aktif menjaga kebersihan fasilitas umum.

Selamat Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026! Jaga bumi kita hari ini, untuk senyum anak cucu kita di masa depan.

Penulis: [Nama Anda/Tim Media] Foto Kegiatan: [Lampirkan dokumentasi aksi pungut sampah di Pantai Bahari]

Deklarasi Pemuda Bangun Desa Pemuda Bangun Indonesia

JAKARTA, Bertempat di Oproom Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Kamis 11 Juni 2026 diselenggarakan acara Pengukuhan Pemuda Bangun Desa Bangun Indonesia oleh Menteri Desa H. Yandri Susanto, SPt. MPd.,  di Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia

Para pemuda pemudi ini adalah peserta terpilih untuk magang ke Jepang. Sebelum berangkat para calon peserta dibekali pendidikan bahasa, keterampilan dari  LPK dan pendidikan nasionalisme kesamaptaan. Hal ini dimaksudkan untuk membekali para peserta untuk mampu beradabtasi dengan tempat kerja baru, negara yang jauh dari negara asal dan kelak bila telah selesai magang kembali ke Indonesia dengan membawa bekal keterampilan dan pengetahuan yang dapat dikembangkan di desa-desa negaranya. 

Kepala BPSDM PMDDT Dr. Agustomi Masik, M.Dev, Plg menyampaikan laporan bahwa kegiatan ini  dalam rangka membangun manusia Indonesia seutuhnya, ini adalah kolaborasi berbagai pihak untuk membentuk SupeÅ• Tim sebagai upaya meningkatkan kualitas masyarakat desa.  Ini adalah bentuk utk meningkatkatkan kopentensi masyarakat desa, saat ini kita masih hanya mampu meningkatkan kompentensi 4000 per tahun sementara desa di Indonesia terdapat 75266 desa. 

Berdasar data 70% pemuda yang pulang dari Jelang pulang ke Indonesia mampu utk menjadi pengusaha. Pemuda yang akan dikukuhkan sejumlah 200 pemuda dari 15 provinsi yg diharapkan dapat memberi dampak positif.  Tahun ini Universitas Siber Asia akan memberikan 500 beasiswa S1 bagi pemuda Indonesia. 

Dalam acara ini diselenggarakan penandatangan nota kesepahaman antara Universitas Siber Asia dengan Kementerian Desa dan daerah Tertinggal Republik Indonesia.

Hadir dalam acara Utusan Khusus Presiden Rafi Ahmad menyampaikan pesan dari Bapak Presiden Prabowo bahwa beliau mengapresiasi kegiatan membangun pemuda. Utusan Presiden juga mengapresiasi totalitas Menteri Desa dalam Membangun Desa.  Pengukuhan hari ini adalah titik awal untuk menciptakan pemimpin penggerak dan inovator Indonesia ke depan. 

Menteri Desa dalam sambutan arahannya  menyampaikan pesan bahwa yang berdiri disini kelak akan menjadi pemimpin di masa depan. Kemendesa melakukan kerjasama dengan parapihak utuk menjngkatkan sumberdaya manusia yang unggul melalui Pengukuhan Pemuda Bangun Desa Bangun Indonesia.. "Karena adik-adik adalah duta utk mengenyam pendidikan di negara yang maju maka jaga Negara yang kita cintai dengan menjaga nama baik Indonesia ketika berada di Jepang dengan belajar tekun dan menunjukkan bahwa yang berkesempatan berangkat ke Jepang adalah pemuda pilihan dan dapat menularkan hal-hal yang positif kepada para pemuda yang lain. 

Sepulang dari Jepang akan kita buatkan forum sebagai organisasi tindak lanjut untuk mengembangkan potensi 12 aksi prioritas bangun desa bangun Indonesia. Ketika pulang dari Jepang yang berangkat saat ini harus bukan cari kerja tetap menciptakan lapangan kerja. Acara disemangati dengan yel yel menggunakan bahasa Jepang. #BangunDesaBangunIndonesia Desa Terdepan Untuk Indonesia 11/06/2026

 Oleh: TPP Pakue Utara

Rabu, 03 Juni 2026

Mengakselerasi Pembangunan Desa: Catatan Rapat Koordinasi TPP Wilayah III Tahun 2026

KOLAKA UTARA – Bertempat di Cafe Alula Desa Lawata , Kecamatan Pakue Utara Tempat pertemuan Wilayah III, hari ini Kamis (4/6/2026) telah sukses diselenggarakan Rapat Koordinasi (Rakor) Tenaga Pendamping Profesional (TPP) Wilayah III. Pertemuan strategis ini menjadi momentum penting dalam menyamakan persepsi, mengevaluasi capaian kinerja, serta merumuskan langkah taktis percepatan pembangunan desa  tahun anggaran 2026.



Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pendamping desa lintas kecamatan di Wilayah III, dengan rincian kehadiran sebagai berikut:

· Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM): 1 Orang

· TPP Kecamatan Porehu: 2 Orang

· TPP Kecamatan Pakue: 3 Orang

· TPP Kecamatan Batu Putih: 2 Orang

· TPP Kecamatan Pakue Utara: 3 Orang

· TPP Kecamatan Pakue Tengah: 2 Orang

Agenda Strategis Rakor Wilayah III

Rapat koordinasi kali ini membahas 9 agenda krusial yang menjadi indikator utama keberhasilan pendampingan desa. Berikut adalah poin-poin pembahasan dalam rakor tersebut:

1. Sambutan Ketua Kelas Wilayah III & Pembukaan Acara

Acara diawali dengan sambutan hangat dari Ketua Kelas TPP Wilayah III (SULTAN DARAMPA) TAPM Kabupaten Kolaka Utara  yang sekaligus membuka kegiatan rakor secara resmi. Dalam sambutannya, Ketua Kelas menekankan pentingnya soliditas dan komitmen tinggi dari seluruh pendamping dalam mengawal program-program prioritas kementerian di tingkat desa.

2. Update Laporan Perencanaan Tahun 2026

Agenda kedua berfokus pada peninjauan kembali (update) dokumen dan laporan perencanaan pembangunan desa tahun 2026. Hal ini dilakukan untuk memastikan seluruh tahapan perencanaan berjalan sesuai dengan regulasi dan ketetapan waktu yang ada dan terinput pada laporan.

3. Progress Pemeringkatan BUMDes

Peserta rakor mengevaluasi perkembangan pemeringkatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di masing-masing kecamatan. Pemeringkatan ini krusial untuk memetakan kategori BUMDes (Perintis, Pemula, Berkembang, atau Maju) agar intervensi pembinaan ke depan lebih tepat sasaran . capaian Progress Pemeringkatan BUMDes Wilayah III :

1. Kecamatan Pakue : 2 Desa

2. Kecamatan Pakue Tengah : 4 Desa

3. Kecamatan Pakue Utara : 7 Desa

4. Kecamatan Batu Putih : 4 Desa

5. Kecamatan Porehu : 1 Desa

4. Progress Badan Hukum BUMDes

Melanjutkan bahasan BUMDes, agenda keempat membedah sejauh mana progres pendaftaran dan sertifikasi Badan Hukum BUMDes di wilayah III. Status badan hukum ini sangat penting agar BUMDes memiliki legalitas formal dalam menjalankan kerja sama usaha. Capaian Progress Badan Hukum BUMDes Wilayah III

1. Kecamatan Pakue : 3 Desa

2. Kecamatan Pakue Tengah : 6 Desa

3. Kecamatan Pakue Utara : 8 Desa

4. Kecamatan Batu Putih : 8 Desa

5. Kecamatan Porehu : 1 Desa

5. Pembahasan DRP Ver3 (Daily Report Pendamping Versi 3)

Sebagai instrumen kinerja, implementasi aplikasi DRP (Daily Report Pendamping) Versi 3 menjadi sorotan. Dilakukan diskusi mendalam mengenai kendala teknis maupun substansi pengisian laporan harian agar seluruh aktivitas pendampingan terdokumentasi dengan baik di sistem pusat.

6. Progress eHDW dan Jelang Rembug Stunting

Menghadapi agenda nasional penanganan stunting, rakor membahas progres pemutakhiran data pada aplikasi eHDW (electronic Human Development Worker). Kesiapan desa-desa dalam menyelenggarakan Rembug Stunting tingkat desa juga dipastikan agar usulan program konvergensi stunting masuk dalam RKPDes.

7. Evaluasi Webblogspot dan Presentasi Masing-Masing Pemred

Dalam rangka keterbukaan informasi dan publikasi kegiatan, dilakukan evaluasi terhadap pengelolaan webblogspot masing-masing kecamatan. Sesi ini menarik karena diisi dengan presentasi langsung dari para Pemimpin Redaksi (Pemred) media kecamatan mengenai capaian literasi dan publikasi desa.

8. Laporan BLT dan BNBA

Rakor juga memastikan validitas laporan penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa serta kelengkapan data By Name By Address (BNBA) Keluarga Penerima Manfaat (KPM), guna menghindari terjadinya tumpang tindih bantuan.

9. Progress Pencairan Dana Desa

Agenda pamungkas ditutup dengan evaluasi progres pencairan Dana Desa (DD) tahun 2026 untuk masing-masing kecamatan. Pendamping diminta aktif mengawal desa yang masih mengalami kendala administratif agar penyerapan anggaran dapat berjalan optimal demi pembangunan masyarakat.

Penutup

Melalui Rapat Koordinasi Wilayah III ini, diharapkan seluruh TPP yang bertugas di Kecamatan Porehu, Pakue, Batu Putih, Pakue Utara, dan Pakue Tengah dapat bergerak lebih cepat, responsif, dan akurat dalam mendampingi desa. Sinergi yang kuat antara TAPM dan TPP Kecamatan menjadi kunci suksesnya kemandirian desa di Wilayah III.

Salam Berdesa!

Senin, 01 Juni 2026

STRUKTUR REDAKSI

STRUKTUR REDAKSI KECAMATAN PAKUE UTARA

PENANGGUNG JAWAB : ROSDIANA

PEMRED : NURMAN

STAF REDAKSI : BASO JUNAID

KONTRIBUTOR :