Merah Putih Memanggil: Kompetensi Pendamping Koperasi Desa Kelurahan Ditingkatkan
Kendari, 25 November 2025 – Pemerintah Provinsi
Sulawesi Tenggara (Sultra) kembali menunjukkan keseriusan dalam penguatan
ekonomi kerakyatan melalui koperasi di tingkat terkecil. Hari ini, Pelatihan
Peningkatan Kompetensi Pendamping Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP)
Tahun 2025 secara resmi dibuka, menjadi momentum penting untuk mencetak
fasilitator yang andal.
👨💼 Resmikan
Langsung oleh Sekda Sultra
Acara pembukaan yang menandai dimulainya pelatihan strategis
ini dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sulawesi
Tenggara, Dr. Asrun Lio, M.Hum., Ph.D.
Dalam sambutan peresmiannya, Sekda Dr. Asrun Lio menekankan
bahwa Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) adalah pilar penting dalam
mewujudkan kemandirian ekonomi masyarakat, khususnya di pedesaan dan kelurahan.
Oleh karena itu, peningkatan kapasitas dan kompetensi para pendamping menjadi
sebuah keharusan agar mereka mampu membina dan menggerakkan koperasi
menjadi entitas bisnis yang kuat dan profesional.
“Para pendamping adalah kunci sukses program KDKMP.
Mereka harus memiliki pengetahuan dan keterampilan yang mutakhir untuk
menghadapi tantangan ekonomi saat ini dan memastikan koperasi benar-benar
menjadi wadah kesejahteraan anggota,” tegas beliau.
🗓️ Jadwal Intensif Lima
Hari Penuh
Pelatihan ini akan berlangsung secara intensif selama lima
hari efektif, mulai tanggal 25 November hingga 29 November 2025.
Selama periode tersebut, peserta akan menerima materi yang berfokus pada:
- Tata
kelola dan pengukuran kinerja keuanga koperasi.
- Kelembagaan
dan tata kelola koperasi.
- Mekanisme
Penyelenggaraan RAT, penyusunan laporan pertanggungjawaban pengurus dan
pengawas koperasi.
- Teknik
pendampingan bisnis KDKMP.
- Regulasi
dan arah kebijakan koperasi Desa/ Kelurahan merah putih.
- Kepemimpinan
dan membangun mindset kewirausahaan.
- Teknik
komunikasi , negosiasi dan empati.
- Peluang
dan tantangan koperasi desa merah putih di era digital.
- Penguatan
kemitraan dan kolaborasi dengan BUMN dan BUMS.
- Pengembangan
inovasi dan digitalisasi.
- Manajemen
pemasaran yang menguntungkan dan berkelanjutan.
- Identifikasi
model bisnis berbasis potensi Desa.
- Menyusun
proposal bisnis (Pitch deck) dan mitigasi risiko.
- Strategi
dan implementasi mitigasi risiko dan tata kelola KDKMP.
- Rencana
pendapatan dan anggaran belanja koperasi (RAPBK).
- Akses
permodalan dan pembiayaan.
- Dinamika
kelompok.
- Kepatuhan
terhadap SAK EP dan perpajakan koperasi.
- Pengembangan
model bisnis koperasi Desa/Kelurahan merah putih.
👥 Sinergi Lintas Sektor:
262 Peserta Terlibat
Pelatihan ini mempertemukan berbagai unsur penting dalam
ekosistem pembangunan daerah, dengan total peserta mencapai 262 orang.
Keragaman peserta ini dirancang untuk menciptakan kolaborasi dan pemahaman yang
menyeluruh terhadap program KDKMP.
Peserta yang hadir meliputi:
- TPP
Provinsi Sulawesi Tenggara: Tim Pelaksana Program yang bertanggung
jawab atas koordinasi dan kebijakan program KDKMP di tingkat provinsi.
- Penyuluh
Pertanian dan Penyuluh Perikanan: Tenaga ahli yang akan
mengintegrasikan potensi sektor primer (pertanian dan perikanan) ke dalam
unit usaha koperasi.
- PMO
(Project Management Office) dan BA (Bantuan Administrasi): Tim
pendukung yang memastikan aspek manajemen proyek dan administrasi program
berjalan efisien dan akuntabel.
Kolaborasi antara unsur manajerial (TPP, PMO, BA) dan unsur
teknis (Penyuluh Pertanian dan Perikanan) diharapkan dapat memberikan dampak
ganda pada penguatan koperasi, baik dari sisi organisasi maupun unit usaha
produktif.
✨ Penutup dan Harapan
Dengan dibukanya pelatihan ini, diharapkan para Pendamping
KDKMP dapat kembali ke wilayah tugas masing-masing dengan kompetensi yang lebih
tinggi, semangat yang baru, dan strategi yang lebih inovatif. Mereka diharapkan
menjadi agen perubahan yang mampu mentransformasi Koperasi Desa dan Kelurahan
Merah Putih menjadi motor penggerak ekonomi yang tangguh dan berkelanjutan di
Sulawesi Tenggara.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar